Kamis, 17 Mei 2012

I Want To Fly Well

I want to fly well with you...
it looks like i have been thinking to much..
Since i can't fall a sleep in this room, i might as well try to flying in the night, sighning by the window..
Under the moonlight, i feel like escaping to somewhere far away..
Even though it seems like i am flapping my wings..

What should i do???
i want to fly well, but i don't know how to fly..
i can do it, if only someone would teach me how..

Beloved IAW ^_^


by: Thatha

Selasa, 15 Mei 2012

LOVE is.....................

Love is.....
when u miss ur family while u eating together.
Love is.....
when ur Mom's tears was fall down if she hearing ur voice at the telephone.
Love is.....
when ur Dad accompany u to railway station every week.
Love is.....
when ur Sist ask u to pick up herself at station.
Love is.....
when ur nephew and niece says "welcome" every u arrive at home.
Love is.....
when u don't called the same name to the other girl.

by: Thatha Areta

Sabtu, 12 Mei 2012

Bagaimana Aku Akan Dikenang Nantinya???

Bagaimana aku akan dikenang nantinya? Dikenang enyak babe, dikenang kedua saudaraku, dikenang para sahabatku, dikenang orang yg telah aku sakiti, dikenang orang yg telah menyakitiku...
Terkadang aku hanya berfikir,,hidup itu dijalani jika sudah di depan mata. Ternyata tidak demikian,,hidup itu perlu pemikiran yg panjang.
Dikenang?? Dikenang itu bagaimana kita akan disanjung dan dicaci..
Dan ternyata yg ada..ketika kita baik sekarang,maka seperti itulah kita akan dikenang nantinya..

Aku hanya 1 bintang diantara milyaran bintang. Tp SIRIUS mengajarkan aku,seburuk apapun cuaca di atas sana,dia tetap paling terang diantara yg lain yg tidak kelihatan.
Aku bukan hujan,yg datang tanpa permisi dan berhenti dalam sekejab.

Yah begitulah..menjadi seperti SIRIUS yg selalu semangat dg matahari (babe), bulan (enyak), dan 2bintang kecilku ^_^

Jumat, 09 Maret 2012

IBU


Ibu...
Kau Harus terbangun di Pusat malam
hanya karena suara tangisku yang mengguncang
Walau bajumu harus basah dengan semprotan kencingku
Kau tetap tersenyum penuh kasih padaku...

Ibu...
Kau Dewi dalam keheningan,
Kau korbankan malam hanya untuk menjagaku dari kesunyian
Dari sunyinya malam, dari bisikan-bisikan nyamuk yang mengincarku
Kau tetap tersenyum penuh kasih padaku...

Ibu...
Di Pagi hari aku kembali membuat ulah
tapi kau tanggapi dengan senyuman...
Dulu Kau selalu bilang "Ade jangan nakal"!
yang sampai sekarang aku masih mengingatnya
Walau kau selalu ku perbudak dengan kenakalanku
Kau tetap tersenyum penuh kasih padaku...

Ibu...
Wanita yang selalu siaga saat aku dalam buaian
saat kakiku belum kuat untuk berdiri
saat perutku mulai terasa lapar dan kehausan
Saat kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam
Kau tetap tersenyum penuh kasih padaku...

Ibu...
Kau selalu ada untukku dengan semua curahan perhatianmu
Kau selalu jaga aku saat aku sakit, Saat aku terjatuh,
saat aku menangis, Saat aku kesepian, walau kau selalu kususahkan
Kau tetap tersenyum penuh kasih padaku...

Ibu...
jasamu tak terhingga, jasamu tak terbalas
jasamu tak ternilai, jasamu tiada tara
Kasihmu Sepanjang masa, "I Love you Ibu...
jasamu terlukis indah dalam bayang surga

Ibu...
hanya Do'a yang bisa kupanjatkan untukmu
karena jasamu tiada terbalas...
Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu...

by: Someone

Jumat, 10 Februari 2012

JILBAB Membuat Lebih Istimewa

~♥ Percayalah Jilbab akan Membuat Dirimu Terlihat Lebih Istimewa ♥~

Seorang lelaki non muslim bertanya kepada lelaki muslim..

Lelaki non muslim : "Kenapa wanita agama kamu menutup aurat?"

Lelaki muslim menjawab sambil tersenyum dan mengeluarkan 2 buah permen dari dalam sakunya, lalu salah satu dari permen tersebut di buka bungkusnya yang kemudian di lemparkan kedua permen itu ke atas lantai. Lalu lelaki muslim bertanya kepada lelaki non muslim : "Di antara kedua permen itu, mana yang akan kamu pilih?"

Lelaki non muslim menjawab : "Sudah tentu yang masih dalam bungkusan"

Lelaki muslim berkata : "Begitulah kami melihat dan menghormati kaum wanita agar lebih terpelihara dan istimewa :)"
 

Senin, 23 Januari 2012

Karena Kita Adalah PEMENANG

“Keberanianmu bukan tumbuh saat kau menjadi pemenang di mata orang.
Tapi keberanian tumbuh saat kau berani melihat dirimu sebagai pecundang di depan cermin.
Keberanianmu tumbuh, mekar, dan berkembang saat kau meneliti rasa takut yang menjalar di seluruh jiwamu.”    

          Berapa kali kita terjatuh dan berapa kali kita gagal? Berapa kali pula kita terlalu banyak memikirkan jawaban dari pertanyaan tersebut? Tapi suatu ketika, apa yang membuat kita tetap berlari meski jalan terjal dan kerikil tajam terbentang di depan mata? Dan jwabannya adalah sama: Kita masih mempunyai setitik harapan, meski cahaya itu nyaris redup di lubuk hati yang terdalam. Karena kita masih mempunyai sebesit keyakinan meski terkadang rasa itu hamper tenggelam dalam ngarai jiwa.
          Kemenangan dan kegagalan adalah dua kata yang sangat dekat. Namun apa jadinya bila setiap orang di dunia selalu menjadi pemenang, tentu dunia ini tidak ada seninya. Bukankah TV lebih enak dilihat bila berwarna??? Itulah hakikat kegagalan. Tidak berani mencoba adalah kegagalan yang sejati. Bila dicoba tetap gagal, anggaplah itu adalah biaya yang harus kita bayar untuk mendapatkan kemenangan.
          “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu sangat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal dia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS 2:216)
Ingatlah kita terlahir di muka bumi ini adalah sebagai pemenang. Setelah melewati beberapa fase dengan mengalahkan ribuan pesaing hingga tercipta kita sebagai hamba yang dapat menghirup udara di muka bumi.
Adalah seorang pecundang yang tidak memiliki harapan dan keyakinan, seorang yang takut untuk bermimpi dan selalu berfikir gagal. Keberhasilan bukan hanya milik seorang yang cerdas dan hebat, melainkan hadir untuk mereka yang berani bermimpi dan merealisasikan mimpi-mimpi mereka. Mencoba dan terus mencoba meski berulang kaliterperosok di jurang kekecewaan.
          “Hai manusia sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhan-mu, maka kamu akan menemuinya” (QS. Al-Insyiqoh:6)

By: Tha

Jumat, 13 Januari 2012

Mengapa Saya Berjibab?????

Jujur saya tidak memiliki jawaban yang pasti, saya hanya ingin pulang kembali ke Allah... yang dapat saya rasakan adalah bukan waktunya lagi saya berlari-lari mencari kebahagiaan versi dunia, yang setelah saya memperoleh semuanya lalu saya merasakan bukan ini,,dan bukan itu arti kebahagiaan.
Saya mengayunkan langkah untuk mencari Allah, dan langkah pertama saya adalah mengenakan jilbab. sumber idenya adalah romantisme, jika saya ingin mendekat kepada kekasih saya maka hal pertama yang harus saya lakukan adalah mempercantik diri. Allah menyukai perempuan yang menutup auratnya dengan hijab. perhiasan seorang perempuan muslimah adalah akhlaknya yang sholehah. orang akan langsung mengenali saya bahwa saya adalah muslimah dari jilbab saya, karena jika saya tidak berjilbab maka tidak ada bedanya dengan yang bukan. hanya ini langkah awal saya. tanpa saya sadari saya mulai mencintai hal-hal yang menuju kepada Sang Pemilik Napas. tanpa saya sadari saya terbawa arus kebaikan, bermahkotakan Al-Quran dan Hadist, saya mulai meninggalkan celana dan baju-baju pendek saya. entah mengapa saya merasa lebih cantik dengan membuang jauh-jauh pakaian itu.
Untuk saya berjilbab adalah sifat taat kepada Allah dan menjaga saya dari tarikan-tarikan mata makhluk berkumis.
Bukankah indah akan semakin indah bila tertutup, akan menarik jika tidak terlihat, akan tetap menjadi misteri yang tidak akan pernah selesai kecuali dimiliki, sesuatu yang tidak bisa disingkap apalagi disentuh, yang tersembunyi dengan baik akan memiliki nilai yang tinggi. tanpa hijab tidak ada daya tarik, tidak ada kerinduan. bukankah Allah itu misteri dan tersembunyi maka kita merindukannNya?? yaaaa beginilah saya....tidak punya jawaban mengapa saya berjilbab. hanya Allah yang bisa menjawab,, ketika kening menyentuh sajadah, ketika air mata jatuh saat tahajud, ketika tangan terangkat tinggi memohon ampunan, ketika titik NOL adalah titik kepasrahan saya atas semua yang dititipkan Allah kepada saya, ketika tidak ada lagi jarak antara saya dan Allah, ketika jilbab menutupi dada saya. maka inilah kebahagiaan sesungguhnya. Hingga saya berpulang dan menutup mata. saya ingin indah di mata Allah, hingga saya dapat mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya di Mahkamah Agung milikNya.. 
InsyaAllah..

by: Thatha